Archive for the “Dhamma Kontekstual” Category
Turning the Crisis into an Opportunity
How can we turn the incumbent crisis into an opportunity? In Buddhism, the right view is most important and it can be attained only to a skillful means or Upaya Kusala. One shall acquire such a right view when one is able to understand the suffering of society, its causes, how it ceases and the ways through which the cease of suffering can be achieved.
Many accuse the People’s Alliance for Democracy (PAD) as creating an unrest, the ramification of which cannot be felt just at the Government House where it has been laying siege to, not just around the Makhawan Bridge, but in many places throughout the country.
Undang-undang Yang Porno?
{mosimage}Pada tahun 2006 sebuah Panitia Khusus teks RUU Antipornografi dan Antifornoaksi. RUU itu menimbulkan kontroversi di masyarakat, akhirnuya menghilang dari perederan. Kini kita dikagetkan bukan hanya oleh sebuah RUU Antipornografi baru, tetapi oleh berita bahwa RUU itu, dengan memanfaatkan bulan Ramadhan, mau cepat-cepat disahkan dengan menghindar dari debat publik. Bak maling memanfaatkan terang remang-remang. Apa mereka tidak tahu malu.
Read MoreMenakar Tanggung Jawab jaman Kaum Muda Indonesia Abad 21
{mosimage}Sejarah bangsa-bangsa di dunia telah membuktikan betapa pentingnya peran kaum muda bagi proses perubahan dalam masyarakat, termasuk bagi Indonesia. Perjalanan bangsa yang sudah merdeka 60 tahun ini penuh dengan sejarah perjuangan kaum mudanya bahkan jauh sebelum terbentuknya Indonesia yakni pada tahun 1908 dengan berdirinya Boedi Oetomo dan kemudian bermuara pada Sumpah Pemuda tahun 1928 dimana pemuda dari berbagai latar belakang etnis, agama dll berikrar tentang Indonesia yang satu. Kongres Pemuda tersebut sebenarnya adalah berangkat dari kesadaran akan adanya perbedaan dan heterogenitas di bumi nusantara yang sering kali dimanfaatkan oleh penjajah untuk memecah belah sehingga perlawanan-perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penjajah Belanda saat itu menjadi lemah. Hal inilah yang kemudian mendorong kaum muda untuk bergerak membangun persatuan, sebuah strategi yang visioner dan progresif di tengah-tengah kondisi nusantara saat itu, dimana Negara Indonesia belumlah lahir.
Read More
Siddharta Gautama
{mosimage} Kita tahu cerita termasyhur ini: seorang pangeran lahir di dekat kota kecil Kapilavastu, putra mahkota yang jerit pertamanya dari kandungan ditandai oleh keceriaan alam. Yang dramatis dari riwayat ini ialah ketika ia dewasa, Sidharta Gautama memulai sebuah sejarah besar dengan sebuah selamat tinggal yang radikal.
Read MoreCeramah Umum Ajahn Sulak Sivaraksa
{mosimage} Dunia semakin hari semakin tak terbatas akibat kemajuan teknologi dan globalisasi, berbagai dampaknya telah dirasakan hampir seluruh negara di belahan dunia ini. Tata dunia baru yang digagas negara-negara utara ini, telah memberikan dampak yang begitu besar bagi seluruh umat manusia terutama dalam hal mengglobalnya kemiskinan dan semakin terakumulasinya kapital pada segelintir orang di muka bumi ini.
Read MoreCinta, Kedamaian, Pencerahan
{mosimage}Dalam banyak hal, Barat menyimpan tanda-tanda ke mana peradaban bergerak. Industrialisasi, demokrasi, kapitalisme, dan feminisme hanya sebagian hal yang awalnya terjadi di Barat, lalu menerjang ke seluruh dunia. Siapa saja yang rajin ke Barat di abad ke-21 boleh bertanya what is your religion? Dan siap-siaplah dijawab, stupid question. Seorang pengajar di perguruan tinggi di Melbourne pernah bertanya kepada mahasiswanya di kelas, any one of you who have religion? Yang menaikkan tangan hanya segelintir.Itu pun semua berwajah Asia.
Read More