Archive for September, 2008

Undang-undang Yang Porno?

Sep 22, 2008 Posted Under: Dhamma Kontekstual

{mosimage}Pada tahun 2006 sebuah Panitia Khusus teks RUU Antipornografi dan Antifornoaksi. RUU itu menimbulkan kontroversi di masyarakat, akhirnuya menghilang dari perederan. Kini kita dikagetkan bukan hanya oleh sebuah RUU Antipornografi baru, tetapi oleh berita bahwa RUU itu, dengan memanfaatkan bulan Ramadhan, mau cepat-cepat disahkan dengan menghindar dari debat publik. Bak maling memanfaatkan terang remang-remang. Apa mereka tidak tahu malu.

Read More

Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University – Steve Job, pendiri Apple & Pixar

Sep 19, 2008 Posted Under: Refleksi

stevejobSaya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.
Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama:
Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.
Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.
Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Read More

14 Tuntunan bagi Engaged Buddhism

Sep 15, 2008 Posted Under: Refleksi

{mosimage}1. Jangan mengidolakan atau terikat pada suatu doktrin, teori, atau idiologi, termasuk ajaran Buddha. Cara pandangan buddhis adalah alat penuntun, bukan kebenaran yang mutlak.

2. Jangan berpendapat bahwa pengetahuan yang anda miliki sekarang adalah kebenaran yang mutlak dan tidak akan berubah. Hindari pemikiran yang sempit dan terikat pada pandangan yang sekarang dianut. Belajar dan berlatih untuk tidak melekat pada pandangan agar bisa menerima sudut pandang orang lain. Kebenaran ditemukan dalam hidup dan bukan pada sekedar konsep. Bersiaplah untuk senantiasa belajar sepanjang hidupmu dan mengamati realita dalam dirimu dan dunia.

Read More

Menakar Tanggung Jawab jaman Kaum Muda Indonesia Abad 21

Sep 05, 2008 Posted Under: Dhamma Kontekstual

{mosimage}Sejarah bangsa-bangsa di dunia telah membuktikan betapa pentingnya peran kaum muda bagi proses perubahan dalam masyarakat, termasuk bagi Indonesia. Perjalanan bangsa yang sudah merdeka 60 tahun ini penuh dengan sejarah perjuangan kaum mudanya bahkan jauh sebelum terbentuknya Indonesia yakni pada tahun 1908 dengan berdirinya Boedi Oetomo dan kemudian bermuara pada Sumpah Pemuda tahun 1928 dimana pemuda dari berbagai latar belakang etnis, agama dll berikrar tentang Indonesia yang satu. Kongres Pemuda tersebut sebenarnya adalah berangkat dari kesadaran akan adanya perbedaan dan heterogenitas di bumi nusantara yang sering kali dimanfaatkan oleh penjajah untuk memecah belah sehingga perlawanan-perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penjajah Belanda saat itu menjadi lemah. Hal inilah yang kemudian mendorong kaum muda untuk bergerak membangun persatuan, sebuah strategi yang visioner dan progresif di tengah-tengah kondisi nusantara saat itu, dimana Negara Indonesia belumlah lahir.

 

Read More

Menguji Taring UU Kewarganegaraan dan Kependudukan

Sep 05, 2008 Posted Under: Pojok Pembebasan

{mosimage}Status kewarganegaraan bagi sebagian orang mungkin bukanlah persoalan serius, karena semenjak lahir hingga mati tak seorang pun yang mempertanyakan bukti kewarganegaraannya. Namun tidak demikian halnya dengan orang-orang Tionghoa yang akibat kebijakan kejam di masa lalu telah menjadi sekelompok orang tanpa negara (stateless).

Terkatung-katung dengan penuh ketidakjelasan yang diakibatkan carut marut birokrasi yang diuntungkan dengan adanya ketidakjelasan tersebut. Padahal sedari awal founding fathers bangsa Indonesia melalui UU No. 3 tahun 1946 sebagai UU pertama tentang Kewarganegaraan telah menyatakan mereka adalah WNI. Tidak hanya orang Tionghoa, yang mengalami masalah kewarganegaraan akibat kebijakan diskriminatif masa lalu, Orang-orang yang melakukan kawin campur dengan bangsa lain dan mahasiswa ikatan dinas di masa lalu pun menghadapi masalah kewarganegaraan tentu dengan derajat yang berbeda.

 

 

Read More