Archive for August, 2009

Sebatang Lisong (in memorium: Si Burung Merak)

Aug 08, 2009 Posted Under: Dari Sahabat

http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/rendra.jpg

Sajak Sebatang Lisong


menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka
matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan
aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan
delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..

Read More

Getting (More) Socially Engaged: The Future Path of Indonesian Buddhists

Aug 07, 2009 Posted Under: Socially Engaged Buddhists

Buddhists comprised of 1% of Indonesia’s total population, approximately amounted to 240 millions people. Most Buddhists live in the big cities of Sumatra and Java islands, especially those of Chinese origin. While many others, mostly indigenous Javanese Buddhists reside in several villages in Java, especially in central and eastern part of Java. After experiencing the revival of Buddhism in the late 60’s, currently, Buddhists are enjoying their freedom to exercise their religious rights. Despite facing few practices of discrimination in certain local villages, the overall atmosphere is decent for Buddhists in Indonesia. For the last 40 years, it is appropriate to mention that Indonesian Buddhist community has achieved accomplishments in terms of the religious life of Buddhists: recognition from society and government, the increasing number of Buddhist temples, organizations, publications, practitioners, and others. However, in terms of their contribution to society, it is still a long way to go: Buddhists have a plenty of homework to work for real essence of humanity. The following article would provide a brief chronological and critical outlook on how Indonesian Buddhists have gone through its journey since Buddhism revived in the late 60’s and how they get to know engaged Buddhism movement.

The euphoria of revival

To understand why Indonesian Buddhists deal more with religious than social orientation in practicing Buddhism, it is important to take a brief look back to the late 60’s, when Buddhism marked its revival in Indonesia. As the presence of religious infrastructure was very minimal, this period witnessed vigorous efforts of various local Buddhist elements. Limited sources and places to learn and practice Buddhism are the main hindrances. Boosted by these shortcomings, Buddhists – old and young – showed their eagerness resolving any restrictions hampering ways for public to learn and practice Dharma. The focus was to make sure that needs to learn Buddhism can be accommodated and fulfilled.

Read More

Pelajaran dari Cara Terbang Angsa

Aug 07, 2009 Posted Under: Dari Sahabat

http://www.warren-wilson.edu/~physics/PhysPhotOfWeek/20060929GeeseV/GeeseVWeb.jpg

foto : istimewa

Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat
rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin.
Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”.

Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang
dengan formasi bentuk huruf “V”?

[b]Fakta (1) :[/b]

Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa
dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.

[b]Pelajaran (1) :[/b]

Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ?. Sudah seharusnya !. Karena angsa saja bisa !

Read More

Asiknya Futsal Bersama

Aug 05, 2009 Posted Under: Dari Sahabat

Minggu, 26 Juli 2009 suasana futsal world sore itu rame riang, ruangan besar itu dibalut dengan jaring-jaring kerangkeng yang membentuk tiga lapangan besar yang lengkap dengan rumput sintetis, garis putih, dan dua gawang yang berhadapan. Dua lapangan kiri kanan telah ramai dengan permainan orang-orang yang asik saling menggiring bola ke gawang lawan, bahkan tak jarang ada teriakan keras “Gooooolllllll” mewarnai suasana sore itu di futsal world. Di antara kedua lapangan itu tersisa satu lapangan yang masih sepi tak ada satu orang pun di sana hanya dua bola futsal yang menikmati kekosongan lapangan itu.

Read More

Russian Cultural Days 2009

Aug 05, 2009 Posted Under: Dari Sahabat

Hari itu tanggal 29 Juli 2009 Matahari sudah tidak menampakan cahayanya senja telah berganti malam, giliran sang rembulan menampakan dirinya.

Waktu menunjukan pukul 18.35 “sudah saatnya berangkat” batinku berucap, tidak lama kemudian jalanan Ibukota ku belah hari itu tidak terlalu padat, ku lewati jalan Hayam Wuruk, menuju jalan Gajah Mada, hingga Harmoni. “tumben tidak macet??”, tapi ya sudahlah lumyan bisa menghemat waktu, dari Harmoni, ku belokan motor ke arah pecenongan menuju Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Tepat pukul 19.00 aku sampai di GKJ, banyak polisi yang berjaga-jaga di depan pintu masuk gedung ini. karena akan diselengarakan acara Russian Cultural Days 2009 yang merupakan hasil kerjasama pemerintahan Federasi Rusia dengan Pemerintahan Republik Indonesia, selain acara penting, penjagaan yang dilakukan oleh aparat merupakan proteksi akibat bom yang meledak di Hotel JW Marriot dan Rich Chaltron beberapa waktu yang lalu. di gedung peninggalan Belanda ini , sudah banyak tamu yang berdatangan, kerumunan orang-orang yang menunggu waktu bergerak menuju pukul 20.00. sesaat saya sempat kebinggungan, karena saya tidak menemukan dosen saya Pak Sujai, beliau yang membawa tiket, tapi akhirnya saya melihat beliau di tengah kerumunan orang-orang tersebut.

Read More