Russian Cultural Days 2009

Aug 05, 2009 Posted Under: Dari Sahabat

Hari itu tanggal 29 Juli 2009 Matahari sudah tidak menampakan cahayanya senja telah berganti malam, giliran sang rembulan menampakan dirinya.

Waktu menunjukan pukul 18.35 “sudah saatnya berangkat” batinku berucap, tidak lama kemudian jalanan Ibukota ku belah hari itu tidak terlalu padat, ku lewati jalan Hayam Wuruk, menuju jalan Gajah Mada, hingga Harmoni. “tumben tidak macet??”, tapi ya sudahlah lumyan bisa menghemat waktu, dari Harmoni, ku belokan motor ke arah pecenongan menuju Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Tepat pukul 19.00 aku sampai di GKJ, banyak polisi yang berjaga-jaga di depan pintu masuk gedung ini. karena akan diselengarakan acara Russian Cultural Days 2009 yang merupakan hasil kerjasama pemerintahan Federasi Rusia dengan Pemerintahan Republik Indonesia, selain acara penting, penjagaan yang dilakukan oleh aparat merupakan proteksi akibat bom yang meledak di Hotel JW Marriot dan Rich Chaltron beberapa waktu yang lalu. di gedung peninggalan Belanda ini , sudah banyak tamu yang berdatangan, kerumunan orang-orang yang menunggu waktu bergerak menuju pukul 20.00. sesaat saya sempat kebinggungan, karena saya tidak menemukan dosen saya Pak Sujai, beliau yang membawa tiket, tapi akhirnya saya melihat beliau di tengah kerumunan orang-orang tersebut.

Setelah bertemu dengan dosen saya, dan berbicang-bincang saya melihat sesosok yang tak asing bagi saya, seorang yang sudah setengah baya dengan memakai kacamata bulat, dia adalah eresen salah satu alumni KMBJ.

Saya cukup lama berbincang-bincang dengan beliau mengenai seni, keadaan komunitas, sampai bercakap-cakap dengan memakai bahasa Rusia.. tak terasa waktu telah menunjukan pukul 20.00, para tamu undangan telah masuk ke auditorium untuk segera memulai, tetapi acara ternyata mengalami keterlambatan selama 20 menit, tidak disebutkan kenapa mengalami keterlambatan.

Acara dibuka oleh sambutan-sambutan diantaranya oleh perwakilan dari kedutaan besar Rusia di Indonesia,

Acara ini juga dihadiri oleh duta besar negara sahabat. acara ini dibuka oleh MC dari Indonesia dan dari pimpinan teater надэжда бабкина (nadezhda babkina) yang merupakan pendukung acara ini.

Acara dibuka dengan menampilkan tarian tradisional взел (vzel) yang menampilkan 3 pasang muda dan mudi yang sedang menari dengan riang gembira

Acara selanjutnya menampilkan tarian ballet yang paling terkenal di Rusia yaitu Лебединое Озеро (lebedinoye ozero) “swan lake”, saat ballet ini ditampilkan, semua penonton terpana melihat kelenturan sang ballerina


kemeriahan acara tidak berhenti di sini, karna acra selanjutnya ada kepiawaian magician  ирина катават (irina katavat) yang bisa menganti kostum dalam hanya hitungan detik! (sama seperti Rizuki peserta The Master 3)

Teater надэжда бабкина (nadezhda babkina) ini merupaka teater yang komplit, karena mereka mempunyai seorang pemain akrobat juga андрий жмиковскй (andriy zmikovsky). setelah mempertunjukan acara yang berbau sirkus, karena sirkusa juga merupakan bagian dari kebudayaan rusia, maka acara selanjutnya diteruskan dengan menampil seorang arkodionist berbakat dari Rusia yang bernama влат ботвиновскй (vlat botvinovsky) yang menghibur para penonton dengan permaina arkodionnya.

setelah dihibur oleh влат ботвиновскй (vlat botvinovsky) , teater ini menampilkan grup vokal yang mempunyai nama unik yaitu “setelah sebelas” после одиннадцать (posle adinadshat) yang membawakan asambel  abad ke 21, suara mereka pun cukup unik serta saling melengkapi satu dengan lainnya

setelah после одиннадцать (posle adinadshat), ирина катават (irina katavat) kembali beraksi. seperti para magician lainnya, ирина катават (irina katavat) memakai musik latar, kali ini dia memakai musik/lagu Indonesia yang sedang ngetop. yaitu lagu dari Wali Band – Cari Jodoh, kontan para penonton yang mendengar irama musik ini tertawa terbahak-bahak. sebagian besar tidak menyangka bahwa “Indonesian famous song” yang dipakai ialah lagu Cari Jodoh .

Kali ini dia mempertunjukan keahlian dia, pertama-tama dia turun dari pangung kemudian mengajak penonton untuk menjadi “korban”, kemudian dia diikat oleh asistennya dengan dibantu oleh penonton yang diajak naik tersebut. dia diikat dua kali, yaitu, pada pergelangan tangan, kemudian diseluruh badan dengan memakai tali yang berbeda. setelah diikat irina kemudian turun dari panggung lagi dan meminta beberapa penonton melihat ikatannya sudah kencang atau belum? setelah itu irina kembali naik keatas panggung untuk melanjutkan aksinya.

Setelah itu dia menyuruh untuk “korban” utnuk berdiri didepannya (kebetulan “korbannya memakai jaket), setelah itu mereka ditutup oleh kain, dan hanya kepala korban yang kelihatan, tidak lama kemudian jaket korban sudah berpindah ke badan irina, kontan saja tepuk tangan membahana di auditorium GKJ.

setelah irina selesai beraksi, seluruh pengisi acara tampil ke atas panggung dan menyanyikan lagu Rusia dan dalam versi Bahasa Indonesia liriknya kurang lebih seperti ini “rela hatiku, damai jiwaku, dibuai ibu pertiwi” seluruh penonton meberikan tepuk tangan yang sangat panjang diakhir acara ini.. “kami tidak akan melupakan malam yang ini dan negeri ini yang begitu indah” tutur sang MC, dan diakhiri ucapan terima kasih dari seluruh pengisi acara dengan memakai bahasa indonesia, sekali lagi penonton memberikan tepuk tangan..

di akhir acara para penonton  di perbolehkan untuk berfoto bersama, tentu saja hal ini tidak saya dan beberapa teman saya lewatkan begitu saja..

semoga artikel ini memberikan warna yang beda di millis kita ini..
saya hanya ingin membagi sedikit kesegaran saja :) saya juga mempunyai videonya, silahkan liat di akun facebook saya..
terima kasih..

Salam

Niko Fajar Setiawan

Leave a Reply